Selasa, 09 Maret 2010

Tugas Softskill Pengantar Teknologi Game

PENGERTIAN GAME

(Sumber : http://forum.detikinet.com/showthread.php?29887-Kursus-Game-Design-1-1-Definisi-Game), 9 Maret 2010

  • Game adalah sesuatu yang memiliki "akhir dan cara mencapainya": artinya ada tujuan, hasil dan serangkaian peraturan untuk mencapai keduanya. (David Parlett)
  • Game adalah kegiatan yang melibatkan keputusan pemain, berupaya mencapai tujuan dengan "dibatasi oleh konteks tertentu" (misalnya, dibatasi oleh peraturan) (Clark C. Abt)
  • Game memiliki enam sifat: "bebas" (bermain adalah pilihan, bukan kewajiban), "terpisah" (waktu dan tempat telah ditetapkan terlebih dahulu), memiliki hasil yang tidak pasti, "tidak produktif" (artinya tidak menghasilkan barang atau kekayaan), dipayungi sebuah aturan, dan "pura-pura" (dibarengi dengan kesadaran bahwa game bukan Kehidupan Nyata, tapi semacam realita yang terpisah tapi dimiliki bersama). (Roger Callois)
  • Game adalah "upaya sukarela untuk mengatasi rintangan yang tidak perlu". "Rintangan yang tidak perlu" (Bernard Suits)
  • Game memiliki empat sifat. Yaitu "sistem formal tertutup"; mengandung interaksi; melibatkan konflik; dan relatif aman untuk dilakukan. (Chris Crawford)
  • Game adalah "sebentuk karya seni di mana peserta, yang disebut Pemain, membuat keputusan untuk mengelola sumberdaya yang dimilikinya melalui benda di dalam game demi mencapai tujuan." (Greg Costikyan)
  • Game adalah "sistem tempat pemain melakukan konflik bohongan, ditentukan oleh aturan, yang memberi hasil terukur" (Definisi ini dari buku Rules of Play karya Katie Salen dan Eric Zimmerman).


MEMAHAMI DASAR PEMBUATAN GAME SENDIRI

Sumber ( http://www.kapanlagi.com/newp/a/0000000413.html), 9 Maret 2010


Kapanlagi.com - Banyak filosofi yang dapat diambil dari sebuah game. Misalnya, bagaimana mengatur strategi ataupun mengambil keputusan. Namun yang utama adalah kesenangan dan keasyikan yang dihadirkannya.

Game-game yang berkembang saat ini, yang begitu menarik, menantang, dan canggih seperti Quake, Everquest, ataupun Starcraft, pembuatannya didukung oleh biaya jutaan US$. Riset dan ujicoba berkali-kali pun telah mereka lakukan demi kesempurnaan. Para penciptanya pun adalah para pembuat games yang sangat berpengalaman.

Untuk dapat menciptakan sebuah game yang canggih, rumit, menantang dan menarik, diperlukan pembelajaran melalui pengalaman. Mulai dari membuat game yang sederhana hingga rumit. Jadi, bila Anda tertarik membuat game sendiri dan menjadi game developer, mulailah dari yang sederhana.

Contoh game yang dapat di buat dengan mudah dan sederhana sebagai permulaan untuk belajar adalah Tetris. Kenapa? Karena Tetris berisikan semua elemen yang dapat ditemukan dalam setiap game. Karena mudah dan sederhananya, Tetris yang Anda buat dapat sama bagusnya dengan versi komersil. Tetris memiliki semua komponen individual. Ia juga mempunyai game loop (proses pengulangan hingga game tamat). Game loop ini akan membaca input, memproses input, memperbarui elemen game, dan memastikan kondisi kalah atau menang.

Mempelajari proses dan mengimplementasikan tahapan pada pembuatan Tetris sangatlah penting. Sebab di setiap game yang nantinya akan Anda buat, tahapan tersebut selalu menjadi dasarnya. Dan, itu akan memberikan pengertian mendalam tentang tingkat kesukaran dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat game. Sebaliknya, tanpa melakukannya, paling tidak sekali, Anda tidak akan memahami setiap elemennya. Namun setelah game “mirip” Tetris yang Anda buat itu selesai, sebaiknya jangan dinamakan “Tetris”, karena Tetris adalah merek dagang yang telah dimiliki oleh Alexey Pajitnov.

Setelah selesai dengan versi Tetris, Anda bisa mencoba membuat game Breakout. Hampir sama dengan Tetris, tetapi game yang dimainkan dengan memantulkan bola ke blok ini menambahkan pendeteksian tubrukan yang lebih canggih. Anda juga perlu memasukan perhitungan ilmu fisika sederhana tentang pantulan bola. Layout level yang dimainkan menjadi hal penting dalam game Breakout ini. Agar memiliki lebih dari satu level, Anda harus menyimpan peta-petanya. Ini akan membantu saat mengatasi masalah yang akan ditemukan selanjutnya. Karena sudah tahu cara menyimpan dan mengisi sumber serta mengubah level.

Lantas, setelah menyelesaikan masterpiece Breakout, Anda bisa belajar membuat game Pac-Man. Membuat game ini merupakan langkah evolusioner karena Anda akan mempelajari elemen musuh yang punya kemampuan Artificial Intelligent (AI). Anda mungkin tidak menyadari jika dalam permainan Pac-Man yang asli, keempat musuh, yang berupa hantu, masing-masingnya memiliki tujuan berbeda untuk mengalahkan Anda bersama secara tim. Hantu pertama berperan sebagai penyerang yang akan mencari jalan tersingkat mendekati Anda, sehingga memaksa Anda menghindarinya. Hantu kedua bertugas mencegat di jalur terdekat dari jalan menghindar Anda. Hantu ketiga juga punya tugas mencegat di tengah labirin dan berusaha mencegah Anda menggunakan terowongan di sisinya. Sementara hantu keempat hanya berkeliling tanpa arah di sekitar tempat berakhirnya permainan, mencegah Anda menang.

AI yang rinci seperti ini memang terlalu canggih bagi game developer pemula. Dan ini akan memberikan tantangan dalam membuat game pertama dengan musuh AI. Pac-Man juga meningkatkan kompleksitas peta, dan menambah fleksibilitas yang baik untuk menggunakan suara di mana suara juga menjadi elemen penting dalam kesuksesan Pac-Man.

Game berikut yang bisa dijadikan pelajaran adalah side scroller seperti game Super Mario Brothers. Dalam game ini Anda dapat beraksi dengan beragam paltform. Anda bisa menembak, merunduk, dan berinteraksi dengan musuh. Game ini juga sudah ditambahkan nilai seni. Anda bisa menambahkan seni ini dengan memanfaatkan SpriteLib secara gratis dan mudah yang bisa didapatkan pada: http://www.arifeldman.com/free/spritelib.html

Side scroller memungkinkan penambahan kompleksitas musuh AI yang polanya harus Anda pelajari untuk bisa mengalahkannya. Selain itu, game ini telah ditambahkan kompleksitas layar (screen). Sehingga, Anda perlu membuat screen yang punya kemampuan scrolling sedikitnya dua arah dan sekaligus menangani potongan-potongan screen-nya. Ini akan memberi pengetahuan Anda soal kurva.

Dibanding game-game sebelumnya, game ini menciptakan musuh lebih banyak. Sehingga Anda diharuskan menyimpan track atau rekaman hasil game (hidup/mati/ aktif/tak aktif) yang dinyatakan pada screen. Kompleksitas level dan penyimpanan peta/karakter otomatis akan bertambah pula. Tentunya, pada tahap ini Anda harus membuat sebuah level editor.

Level editor harus memiliki kemampuan menempatkan tiles (kotak kecil), bergeser (scrolling) melalui tiles, bergeser melampaui peta, memilih tiles untuk dijadikan sikat, memotong dan menempel, undo (mengulang langkah), dan menempatkan musuh. Bila Anda melewati tahapan penulisan ini, Anda akan kecewa dengan hasilnya nanti. Anda juga akan kesusahan saat mendesain level dan saat menyisipkan nilai seni. Perlu juga dibuat back up peta yang tersimpan sebelumnya untuk keamanan versi yang telah dilalui.

Hingga akhirnya, bagaimana menentukan kondisi menang side scroller yang sesungguhnya. Ketika Anda berada pada akhir permainan side scroller, Anda berarti telah pergi ke suatu tempat. Jadi Anda bisa menambahkan sebuah kisah untuk menandai selesainya game. Jangan lupa menampilkan gambar semacam kembang api atau sesuatu yang menggambarkan nuansa kemenangan pada layar, sehingga pemain merasakan kepuasan kemenangan.

Selesai mempelajari dan mendalami di atas, bisa dibilang Anda telah memahami dasar-dasar membuat game. Selanjutnya, terserah Anda. Kalau bersungguh-sungguh Anda bisa menjadi game developer profesional. Atau, bisa mengikuti lomba membuat game yang belakangan ini marak diselenggarakan oleh vendor. Selamat belajar! (telset/*)